Pantaibaratpos.com – Natal
Menyikapi kian pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Kecamatan Natal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa waktu terakhir, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Natal menggelar aksi simpatik berupa pembagian masker secara gratis kepada masyarakat pada Jumat (16/10) mulai pukul 10.00 WIB.
Aksi tanggap darurat yang berpusat di kawasan Lapangan Merdeka Natal tersebut menyasar para pengguna jalan, baik pengendara kendaraan bermotor maupun pejalan kaki yang melintas di sekitar lokasi. Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari upaya preventif untuk menekan angka gangguan kesehatan pernapasan di tengah memburuknya kualitas udara.
Pembagian masker gratis ini diharapkan mampu meminimalkan paparan partikel berbahaya dari asap karhutla saat warga terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, kegiatan ini ditujukan untuk memicu kesadaran kolektif masyarakat akan krusialnya menjaga kesehatan diri dan keluarga selama masa krisis udara bersih.

Camat Natal, Nori Susanda, S.Hut., M.H., menegaskan bahwa aksi kolaboratif ini merupakan manifestasi nyata dari kepedulian bersama instansi pemerintah terhadap keselamatan warga yang terdampak langsung oleh kabut asap.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi dan mengingatkan masyarakat agar tetap memprioritaskan kesehatan di tengah kondisi udara yang tercemar kabut asap. Kami sangat berharap masker yang dibagikan ini tidak hanya diterima, tetapi benar-benar dimanfaatkan dengan baik saat beraktivitas di luar rumah,” ujar Nori di sela-sela kegiatan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan perwakilan dari berbagai instansi lintas sektoral di wilayah Kecamatan Natal. Hadir dalam aksi tersebut Camat Natal, Nori Susanda, S.Hut., M.H., beserta jajaran staf kecamatan; perwakilan manajemen RSUD dr. Husni Thamrin Natal; Kepala UPTD Puskesmas Patiluban Mudik, Eva Santi Lubis, S.K.M., M.K.M.; serta Kepala UPTD Puskesmas Sikara-Kara, Winni Wahyuni, S.K.M., M.K.M., yang membawa serta tim medis lapangan.
Unsur TNI-Polri dan Kejaksaan juga turut memperkuat barisan penanganan krisis ini. Tampak hadir Danpos TNI-AL Natal, Letda Laut (E) Faisal Iskandar Pelawi beserta anggota; Kapolsek Natal, Iptu Dilwan Iskandar Hasibuan, S.H.; serta Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Mandailing Natal di Natal, Dimas Rangga Ahimsa, S.H., M.H.
Di samping membagikan alat pelindung diri berupa masker, petugas gabungan secara intensif memberikan imbauan langsung kepada masyarakat. Warga diminta untuk membatasi serta mengurangi intensitas kegiatan di luar rumah, terutama apabila ketebalan asap meningkat. Petugas juga menginstruksikan warga yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, hingga iritasi berat, agar segera mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis secara cepat.
Sinergi dan integrasi langkah antarinstansi ini diharapkan tidak sekadar memperkokoh ikatan koordinasi serta kelembagaan di tingkat kecamatan, tetapi juga memberikan dampak perlindungan yang nyata, terukur, dan bermanfaat langsung bagi warga Kecamatan Natal.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Patiluban Mudik, Eva Santi Lubis, S.K.M., M.K.M., memaparkan secara mendalam mengenai bahaya l yang mengintai kesehatan masyarakat akibat terpapar kabut asap karhutla. Menurutnya, kondisi udara ini dapat memicu serangkaian gangguan kesehatan serius, antara lain:
- Sesak napas atau batuk.
- Iritasi mata dan tenggorokan.
- Memperburuk penyakit kronis (Asma,Bronkitis).
- Mempengaruhi kondisi ibu hamil dan anak-anak.
Guna mengantisipasi dampak buruk tersebut, Eva mengimbau masyarakat untuk secara konsisten menerapkan protokol kesehatan mandiri melalui beberapa langkah mitigasi sederhana berikut:
- Gunakan Masker
- Batasi Aktivitas Luar Ruangan
- Konsumsi Air Putih
- Jaga Kebersihan Diri dan Keluarga
Dengan terselenggaranya pembagian masker gratis dan sosialisasi bahaya asap ini, kesadaran masyarakat diharapkan semakin meningkat sehingga pencegahan mandiri dapat berjalan optimal selamat kondisi kualitas udara belum kembali normal. (PB-01)





