Pantaibaratpos.com – Panyabungan
Tokoh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal, Ir. Ali Mutiara Rangkuti, meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) untuk proaktif mendorong aktivasi dan perubahan pola trayek kapal perintis bagi Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Pelabuhan Batahan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul hasil wawancara wartawan Pantaibarat pos dengan pengelola Pelabuhan Batahan pada 28 Oktober 2026. Salah satu poin penting yang diungkapkan adalah adanya undangan resmi dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat pada 17 Oktober 2026 terkait peluang masuknya trayek kapal perintis ke Pelabuhan Batahan.
Pihak UPP Kelas III Pelabuhan Batahan sengaja diundang oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat mengingat usulan perubahan pola trayek kapal perintis akan dibuka pada Februari 2027 untuk aktivasi tahun 2028—memberikan rentang waktu dua tahun setelah diusulkan.
Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa usulan tersebut harus dimulai dari Dinas Perhubungan Kabupaten Mandailing Natal bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara. Selanjutnya, usulan itu dibawa bersama-sama dengan UPP Kelas III Pelabuhan Batahan ke Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat guna persiapan aktivasi pada tahun 2028.
Ir. Ali Mutiara Rangkuti meminta agar kesempatan emas ini tidak disia-siakan, terlebih dengan target rampungnya pembangunan Jembatan Sungai Batahan pada akhir tahun 2027 sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.
“Saya meminta agar Dinas Perhubungan Provinsi Sumut dan Kabupaten Madina proaktif. Jangan seperti sebelum-sebelumnya, di mana mereka tidak pernah sekalipun hadir ketika diundang oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat,” harap Ali Mutiara lewat sambungan teleponnya kepada media ini (31/10)
Selain itu, dukungan terhadap pembangunan infrastruktur penunjang Pelabuhan Batahan sangat dibutuhkan, khususnya penyambungan jalan dari ujung aspal menuju pintu pagar pelabuhan sepanjang 200 meter. Sementara itu, pada tahun ini, pembangunan jalan aspal beton dari pintu pagar ke pintu gerbang pelabuhan dikerjakan sepanjang 300 meter. (Topen)





