
Pantaibaratpos.com – Panyabungan
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Panyabungan berkomitmen untuk terus meningkatkan pembinaan terhadap warga binaan melalui berbagai program keagamaan dan keterampilan mandiri. Langkah ini dilakukan guna memastikan para warga binaan mengalami perubahan positif serta siap kembali menjadi masyarakat yang produktif setelah masa hukuman mereka selesai. Sebagaimana yang disampaikan Kalapas Kepada Media ini diruangan kerjanya pada hari Selasa (27/10)
Kepala Lapas Kelas IIB Panyabungan, Bahtiar Sitepu, menjelaskan bahwa pembinaan yang diberikan mencakup literasi Al-Qur’an, pendidikan keterampilan, hingga kegiatan pertanian dan perkebunan.
“Misalnya membaca Al-Qur’an dan literasi masalah pembinaan di sini supaya mereka bisa berubah, sehingga membuat mereka supaya jangan mengulang perbuatannya lagi setelah masuk,” ujar Bahtiar Sitepu.
Untuk memperkuat program pembinaan tersebut, pihak Lapas telah menjalin kerja sama (MoU) dengan berbagai instansi terkait, termasuk Kementerian Agama dan perpustakaan daerah, guna memudahkan akses literasi dan pelatihan bagi warga binaan.
Dalam aspek pendidikan, pihak lapas juga memfasilitasi program kejar paket (Paket A, B, dan C) bagi warga binaan yang membutuhkan. Terkait pendanaan program pendidikan ini, terdapat ketentuan khusus berdasarkan usia.
Warga binaan berusia di bawah 24 tahun dapat memperoleh dukungan dan bantuan biaya dari pemerintah daerah melalui pemda setempat, Warga binaan berusia di atas 24 tahun diarahkan untuk mengikuti program secara mandiri.
Selain pembinaan rohani, Lapas Kelas IIB Panyabungan juga membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang beragam, mulai dari keahlian menjahit hingga sektor pertanian, peternakan (ayam dan ikan), serta cocok tanam. Program-program ini dirancang agar para warga binaan memiliki bekal keahlian yang dapat diterapkan setelah mereka bebas nanti.
pihak lapas juga menegaskan komitmen penuh untuk mendukung langkah-langkah pemberantasan narkoba yang digalakkan oleh aparat penegak hukum, termasuk jajaran kepolisian. Pihak lapas secara rutin dan berkala melakukan tes urine untuk memastikan lingkungan lapas tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Melalui sinergi yang kuat dengan instansi penegak hukum, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, Lapas Kelas IIB Panyabungan berharap seluruh warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan baik dan keluar sebagai pribadi yang lebih baik serta taat hukum. (Red)




