Puluhan Tahun Belum Tersentuh Aspal, Warga Desa Salibaru Harapkan Pembangunan Infrastruktur di 2026

Pantaibaratpos.com – Muara Batang Gadis

Warga Desa Salibaru, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, menyampaikan permohonan resmi kepada Pemerintah Daerah agar segera mengaspalkan jalan utama desa serta membangun jembatan penghubung yang selama ini tidak tersedia. Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini sangat menghambat aktivitas harian warga, mulai dari kegiatan sekolah, akses kesehatan ke puskesmas, hingga distribusi hasil pertanian ke luar daerah.

Akses utama sepanjang kurang lebih 12 kilometer dari Dusun KM 16 Desa Tabuyung tersebut saat ini masih berupa tanah dan bebatuan. Ketika musim hujan tiba, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin, sehingga membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat. Situasi semakin parah karena ketiadaan jembatan di beberapa titik krusial menuju desa, memaksa warga untuk mempertaruhkan keselamatan setiap kali melintas.

Tokoh masyarakat Desa Salibaru, Bardansyah Nasution (47), mengungkapkan bahwa jalur tersebut merupakan satu-satunya urat nadi mobilitas bagi lebih kurang 300 kepala keluarga yang tinggal di sana.

“Kami sangat berharap melalui pemberitaan ini, aspirasi kami dapat sampai dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Kami memohon kepada Bapak Bupati Mandailing Natal dan Dinas PU untuk segera turun tangan demi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat Desa Salibaru,” ujar Bardansyah. Senin (27/07)

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kondisi jalan tersebut belum pernah tersentuh pengaspalan sama sekali sejak Indonesia merdeka. Hal ini menjadi hambatan utama pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Hasil kebun kami sering terlantar karena truk pengangkut tidak berani masuk saat hujan lebat. Ketiadaan jembatan memaksa kami melintasi sungai yang airnya dapat meluap sewaktu-waktu. Desa kami seolah terisolasi dari dunia luar,” tambahnya.

Warga berharap alokasi anggaran pembangunan infrastruktur ini dapat direalisasikan pada Tahun Anggaran 2026 atau selambat-lambatnya awal tahun depan. Sebagai bentuk komitmen, warga juga menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dan mendukung kelancaran proses pengerjaan di lapangan (PB-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *